Apa Itu Termometer, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya

 

Apakah anda terserang demam? Kondisi demam seringkali ditandai dengan suhu tubuh yang merasakan panas tinggi. Pada umumnya, saat merasakan demam, anda pasti akan memakai termometer guna mengukur suhu tubuhmu. Termometer sendiri terdiri dari sejumlah macam yang dapat anda pilih cocok dengan kebutuhan, termometer
Adapun guna penjelasan tentang penjelasan, fungsi, dan manfaatnya, akan dibicarakan di bawah ini.

Pengertian Termometer

Termometer adalah alat yang dipakai untuk mengukur suhu ataupun perangkat yang dipakai untuk mengaku derajat dingin atau panas sebuah benda. Alat ini memanfaatkan termometrik dari zat, yaitu evolusi dari sifat-sifat zat yang diakibatkan karena evolusi susu dari zat tersebut.
Zat cair termometrik yakni zat yang mudah merasakan suatu evolusi fisis saat dipanaskan maupun didinginkan, contohnya alkohol dan air raksa. Pada dasarnya, termometer bisa didefinisikan sebagai perangkat ukur yang dipakai untuk mengukur suhu atau temperatur maupun evolusi suhu.
Kata termometer berasal dari bahasa latin yakni thermo yang dengan kata lain panas dan meter yang dengan kata lain untuk mengukur. Jadi, manfaat dari perangkat termometer ialah untuk mengukur panas.

Fungsi Termometer

Pada dasarnya, faedah termometer yakni sebagai perangkat mengukur suhu. Suhu yang diukur pun bermacam-macam. Di bidang kedokteran, termometer bermanfaat untuk mengukur suhu tubuh insan untuk memahami tubuh seseorang demam atau tidak. Tidak melulu itu saja termometer juga bermanfaat untuk memahami suhu pada oven (masak), suhu kamar, suhu ruangan, dan suhu pada mobil. Guna mengenali suhu, ada tiga satuan pengukuran suhu yang sangat umum, yaitu Celsius, Fahrenheit, dan Kelvin.

A. Skala Celsius

Dikutip dari National Geographic, skala Celsius ialah bagian dari sistem metrik. Sistem pengukuran metrik pun mencakup satuan massa, laksana kilogram, dan satuan panjang, laksana kilometer. Sistem metrik tergolong Celsius ialah sistem pengukuran resmi, nyaris semua negara di dunia.
Sebagian besar bidang ilmiah mengukur suhu memakai skala Celsius. Nol derajat Celsius ialah titik beku air, dan 100 derajat Celcius sebagai titik didih air.

B. Skala Fahrenheit

Perlu anda tahu, tiga negara tidak memakai skala Celsius, yakni Amerika Serikat, Burma, dan Liberia. Mereka memakai skala Fahrenheit guna mengukur suhu. Air membeku pada 32 derajat Fahrenheit dan mendidih pada 212 derajat Fahrenheit. Meski begitu, semua ilmuwan masih memakai skala Celsius atau Kelvin guna mengukur suhu.

C. Skala Kelvin

Selanjutnya guna skala Kelvin, dipakai oleh fisikawan dan ilmuwan beda yang perlu menulis suhu yang paling tepat. Skala Kelvin menjadi satu-satunya unit pengukuran yang menyertakan suhu guna “nol absolut”, ketiadaan total energi panas.
Sehingga menciptakan skala Kelvin penting untuk para ilmuwan yang menghitung suhu benda di antariksa luar yang dingin. Air membeku pada 273 Kelvin, dan mendidih pada 373 Kelvin.

 

Jenis-Jenis Termometer

kebanyakan alat medis terutama termometer harus mengantongi Izin AKL yang di berikan oleh pemerintah terhadap si pembisnis berikut adalah jenis-jenis Termometer:

1. Termometer Oral dan Rektal

Fungsi termometer menurut jenis, dari termometer oral atau rektal konvensional. Terdiri dari tabung kaca tertutup yang mengandung cairan laksana merkuri. Ketika suhu naik atau turun, merkuri mengembang atau menyusut, menyebabkannya naik atau turun skala di dalam lorong kecil. Titik sempit di sepanjang lorong memungkinkan merkuri naik ke atas, namun mencegahnya bergerak ke bawah hingga termometer “diguncang” sesudah digunakan.
Dikutip dari Medicinenet, termometer mesti mengawal kontak dengan tubuh sekitar sekitar empat menit guna menghasilkan pembacaan yang akurat. Termometer oral yang ditempatkan di bawah lidah. Sedangkan termometer rektal yang ditaruh di dalam rektum.

2. Termometer Digital

Termometer pun tersedia dengan tampilan digital yang mempermudah pembacaan suhu. Bunyi ‘bip’ guna memberi sinyal kapan waktunya untuk unik termometer, dan tabung luwes untuk menyangga kerusakan. Dikutip dari healthdirect, termometer digital lumayan akurat dan dapat dipakai di bawah ketiak semenjak anak umur di bawah 5 tahun.

3. Termometer Cair

Cara kerjanya sama dengan termometer oral dan rektal. Dilansir dari National Geographic, merkuri menjadi di antara bahan paling tak asing yang digunakan. Cairan lainnya, laksana minyak tanah atau etanol, juga dapat digunakan dalam termometer jenis ini. Termometer cair biasanya menyertakan skala suhu Celsius dan Fahrenheit, yang diperlihatkan di kedua sisi tabung.

4. Termometer Telinga

Jenis selanjutnya merupakan termometer telinga atau lebih tepatnya termometer gendang telinga. Mengukur suhu dengan menyimak radiasi infra merah yang berasal dari jaringan gendang telinga. Memiliki tiga kelebihan utama sebagai berikut:
· Mengukur suhu tanpa bersentuhan dengan tubuh.
· Memberikan estimasi suhu otak, karena berdampingan dengan otak.
· Memberikan pembacaan dalam dua atau tiga detik.

5. Termometer Basal

Jenis termometer berikutnya, terbilang spesial dan unik. Dikutip dari Medicinenet, termometer basal mengukur evolusi suhu kecil pada perempuan untuk mengindikasikan apakah ovulasi (pelepasan sel telur guna pembuahan oleh sperma) sudah terjadi.
Suhu tubuh wanita seringkali sedikit meningkat ketika ovulasi terjadi dan tidak pulang normal hingga menstruasi dimulai. Termometer basal lumayan sensitif untuk mengawasi sedikit evolusi suhu tersebut.
Suhu tubuh normal ialah 98,6 derajat Fahrenheit atau setara 37 derajat Celcius, meskipun dapat berkisar antara 36 dan 37 derajat pada siang hari. Suhu di mula hari, ketika seseorang terbangun, dinamakan suhu basal.

6. Pirometer

Jenis termometer berikutnya ialah Pirometer yang dipakai untuk mengukur suhu paling tinggi. Fungsi termometer ini dalam industri baja, guna mengukur suhu besi dan logam lainnya.

7. Kriometer

Jenis yang satu ini terhitung masih asing, lagipula fungsi termometer ini tak dapat digunakan sehari-hari. Dikutip dari National Geographic, Kriometer mengukur suhu yang paling rendah, contohnya di ruang angkasa.

8. Termometer Elektronik

Selanjutnya ialah termometer elektronik bekerja dengan perangkat yang dinamakan termistor. Sebuah termistor mengolah resistansinya terhadap arus listrik menurut suhu. Komputer mengukur resistansi termistor dan mengubahnya menjadi pembacaan suhu.

9. Termometer Kelvin

Termometer Kelvin seringkali adalahperangkat listrik yang bisa merekam variasi kecil dalam radiasi. Variasi ini tidak bakal terlihat dan barangkali tidak lumayan mengubah desakan udara untuk menambah kadar merkuri dalam termometer cair.

10. Termometer Inframerah

Kali ini jenis termometer yang sering dijumpai sekitar masa pandemi Covid-19. Melansir dari Healthdirect, termometer ini memakai pemindai infra merah guna mengukur suhu.

Bagian-Bagian Termometer

Terdapat bagian-bagian termometer yang lazimnya ada pada perangkat ukur tersebut:

· Tabung Gelas

Tabung Gelas ialah badan termometer yang didalamnya mengandung komponen utama laksana skala dan pipa kapiler.

· Pipa Kaca

Pipa kaca atau pipa kapiler ialah tabung sempit yang mengandung zat cair laksana air raksa maupun alkohol. Fungsi dari pipi yakni menjadi lokasi terjadinya pemuaian zat cair tersebut. Ketika zat cair memuai maka zat itu akan naik keatas pipa kapiler. Ketika suhu mulai menurun, zat cair akan menciut dan turun ke bawah.

· Skala

Skala adalahbagian termometer yang berupa garis-garis mengandung angka. Fungsi dari unsur ini untuk mengindikasikan derajat celsius sebuah benda. Semakin besar angka pada skala, maka semakin besar pula suhu benda tersebut.

 

Zat Cair Pengisi Termometer

Zat cair pengisi termometer menjadi unsur terpenting karena bermanfaat sebagai komponen dalam menunjukkan derajat suhu sebuah benda. Ketika panas. Zat cair atau raksa bakal memukau. Sebaliknya saat sugu benda rendah atau dingin, maka zat itu akan menyusun.

· Lekukan

Lekukan seringkali ada pada kolom raksa termometer badan. Bagian ini berfungsi supaya zat cair yang sudah memuai tidak gampang turun kembali. Sebelum termometer digunakan, pemakai mesti mengibas-ngibaskan perangkat ukur terlebih dahulu supaya air raksa turun pada posisi semula.

· Tandon

Tandon atau reservoir ialah bagian sangat bawah pada termometer. Bagian ini bermanfaat sebagai titik lokasi kontak antara benda yang bakal diukur suhunya memakai termometer.
Ketika terjadi sentuhan antara tandon dan benda, maka bakal terjadi eksodus kalor secara konduksi. Sehingga suhu tandon bakal berubah mengekor suhu benda dan zat cair didalam pipa kapiler bakal memuai atau menciut sesuai suhu derajat pada benda tersebut.

 

Cara Memakai Termometer

Berikut ini sejumlah cara menggunakan termometer badan digital dengan mudah.

1. Cara Memakai Termometer Digital di Mulut

Menggunakan termometer digital di mulut dapat dilaksanakan oleh seluruh umur. Namun lebih direkomendasikan guna anak diatas 4 tahun. Pertama, pastikan tidak terdapat makanan atau minuman yang masuk ke dalam mulut tidak cukup lebih 15 menit terakhir. Kemudian buka mulut anak dan menempatkan sensor termometer di bawah mulut. Tutup mulut sampai terdengar bunyi “biip” yang menandakan perangkat ukur sudah berlalu mengukur suhu.

2. Cara Memakai Termometer Digital di Bawah Ketiak

Penggunaan termometer digital di bawah ketiak dapat dilaksanakan oleh siapa saja. Caranya yakni lepas baju terlebih dahulu lantas himpit termometer di ketiak. Pastikan bahwa unsur sensor termometer bersentuhan langsung dengan kulit. Tahan sampai termometer berbunyi dan berlalu mengukur suhu.

3. Cara Memakai Termometer Digital di Anus

Menggunakan termometer digital di anus seringkali dilakukan pada bayi yang usianya di bawah 3 bulan. Caranya mengoleskan pelembab pada unsur anus terlebih dahulu. Tempatkan termometer selama 1/2 inchi ke dalam anus dengan lembut. Tahan perangkat ukur tersebut memakai tangan dan tunggu sampai sensor berbunyi.

 

Cara Kerja Termometer

• Ketika zat cair terpapar atau dikenai panas (berupa panas dari benda), maka zat cair pada tandon bakal mengembang atau memuai.
• Karena zat cair dalam tandon memuai, maka zat cair bakal masuk kedalam kapiler. Selanjutnya, zat itu berhenti pada skala suhu tertentu. Nah, skala itu yang mengindikasikan suhu benda yang bersangkutan.
Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Memakai Termometer
Untuk menemukan hasil yang akurat, terdapat hal-hal yang mesti diacuhkan saat memakai termometer, yaitu:
• Suhu tubuh normal ialah 36,5 – 37 derajat Celsius.
• Tidak memakai termometer dengan segera setelah berlalu makan, minum cairan panas atau dingin, dan merokok. Tunggu selama 20-30 menit supaya hasil yang didapat lebih akurat.
• Selesai berolahraga dan mandi air panas, tidak boleh langsung mengukur suhu tubuh memakai termometer. Beri jeda waktu selama satu jam.
• Jika memakai termometer mulut, letakkan termometer di bawah lidah dan katupkan bibir erat-erat.
• Saat mengukur suhu, diamkan termometer selama sejumlah saat sampai tersiar bunyi alarm tanda pengukuran suhu selesai dilaksanakan atau hingga air raksa berhenti pada satu titik suhu.
• Setiap sebelum dan berlalu digunakan, tidak boleh lupa untuk membasuh termometer dengan air bersih dan sabun atau alkohol sebelum ditabung kembali.

Leave a Comment