Rincian Dokumen dan Biaya Nikah yang Harus Disiapkan. Catat, Biar Segera Sah di KUA!

 

Menikah seharusnya menjadi momen yang urgen dan sakral. Bagi itu, anda harus menyiapkan segalanya supaya pernikahan dapat berlangsung lancar. Nggak melulu venue wedding, catering, atau gaun pernikahan. Urusan dokumen nikah yang diabsahkan oleh KUA atau Kantor Urusan Agama juga tak kalah urgen dan malah itulah yang akan buat segalanya lancar.

Berikut tata teknik dan proses yang mesti anda siapkan mengarah ke pernikahan yang hakiki.

1. Tentukan dulu inginkan menikah di mana

Penting banget nih guna menilai tempat akad nikahmu. Kenapa? Karena ini bakal menilai di kantor KUA mana anda harus meregistrasi dan mengurus dokumen-dokumennya. Kalau anda dan pasangan bermukim di kecamatan yang sama, prosesnya bakal lebh mudah. Tapi bila kamu dan pasangan berdomisili di kecamatan yang bertolak belakang sesuai KTP, kalian mesti tentukan bakal menikah di mana.

Misalnya kalau hendak melaksanakan pernikahan di lokasi tinggal pengantin wanita, maka calong pengantin lelaki harus mengurus surat numpang nikah terlebih dulu. Begitu juga sebaliknya. Kalau kalian bakal menikah di tempat yang bukan merupakan mukim pengantin lelaki maupun wanita, kalian mesti menciptakan surat numpang nikah dulu, ya!

2. Mendaftar jauh-jauh hari sebelumnya

Dilansir dari The Bride Dept, melengkapi dokumen pernikahan memang mesti dilakukan jauh-jauh hari, minimal 6 bulan sebelum rencana pernikahan bakal dilangsungkan. Terutama untuk kamu yang bakal menikah di hari yang dinamakan prime time, yakni di hari Sabtu dan Minggu jam 9 atau 10 pagi. Jadi anda harus antre guna mendapatkan masa-masa yang pas.

Kamu pun harus antisipasi keterlambatan penghulu. Kalau penghulunya telat sebab akad nikah sebelumnya telat, kamu pun harus siap mulai telat. Gimana pun, satu akad nikah bisa dominan pada akad nikah yang lainnya.

3. Siapkan dokumen-dokumen berikut

Ketika anda akan meregistrasi di KUA, anda akan diserahkan serangkaian susunan dokumen yang mesti anda lengkapi. Banyak banget memang, namun nggak ribet kok. Apalagi anda yang baru bakal kesatu kali menikah dan bukan anggota ABRI/POLRI. Berikut susunan dokumennya.

– Surat Keterangan Bagi Nikah (N1)

– Surat Keterangan Asal Usul (N2)

– Surat Persetujuan Mempelai (N3)

– Surat Keterangan Tentang Orang Tua (N4)

– Surat Izin Orang Tua (N5)

– Surat Keterangan Kematian Suami/Istri (N6)

– Pemberitahuan Kehendak Nikah (N7)

– Fotocopy KTP dan KK

– Akta Cerai/Thalak untuk Calon Pengantin yang Janda atau Duda

– Pas potret 2×3 sejumlah 5 lembar

– Surat Izin Komandan untuk Anggota ABRI/POLRI (SIK)

– Dispensasi Camat untuk yang Kurang 10 Hari Kerja

– Izin Pengadilan untuk Calon Pengantin di Bawah Umur

– Izin Poligami dari Pengadilan untuk yang Beristeri Lebih dari Seorang

– Surat Rekomendasi Nikah

– Surat Keterangan Model K1 untuk WNI Keturunan Asing

4. Proses yang mesti anda jalani guna mengurus dokumen nikah

Agar lancar, anda harus ikuti dulu step by step prosesnya. Dicatat dan dikenang ya!

1. Membuat surat pendahuluan ke KUA di RT dan RW dengan membawa materai Rp 6 ribu.

2. Setelah menemukan surat pendahuluan ke KUA, kalian mesti ke kelurahan setiap untuk mengurus surat N1, N2, N4 dan surat penjelasan belum menikah. Siapkan:

– Pas foto bersebelahan ukuran 3 x 4 dan 4 x6 (6 lembar) dengan background warna biru,

– Fotokopi CPW dan CPP (2 lembar),

– Fotokopi KK CPPP & CPW (2 lembar), dan

– Fotokopi akta kelahiran serta surat pendahuluan RT dan RW.

3. Setelah dari kelurahan, kalian mesti ke KUA kecamatan guna mendaftar. Jangan lupa membawa surat menumpang nikah andai kamu sudah menilai tempat akad nikah di luar domisilimu. Nantinya bakal diberitahu ketersediaan penghulu dan diserahkan pula pembekalan mengenai pernikahan. Dokumen pada proses ini merupakan:

– Surat rekomendasi nikah dari KUA domisili,

– Pasfoto 2 x 3 (4 lembar), dan

– Beberapa surat beda dari KUA setempat.

4. Nantinya anda akan menemukan surat N7 atau surat pencatatan KUA. Di sini lah anda harus mengucapkan informasi urgen bersangkutan pernikahanmu:

– Jam akad nikah,

– Penjemputan penghulu (jam berapa dan di mana),

– Apakah sari tilawah dan qori disiapkan oleh pihak pengantin atau dari penghulu,

– MC akad nikah,

– Wali nikah, dan

– Saksi pernikahan (kamu mesti melampirkan fotokopi KTP dari setip saksi).

5. Siapkan juga ongkos yang dibutuhkan untuk menikah

Mengacu pada Peraturan Pemerintah yang baru yakni PP No. 48 tahun 2014 mengenai Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), beginilah peraturan mengenai ongkos menikah:

– Jika proses nikah dilaksanakan di kantor KUA pada jam kerja kantor, maka biayanya Rp 0 alias gratis.

– Jika proses nikah dilaksanakan di luar kantor KUA atau di KUA tetapi di luar jam kerja maka dikenakan ongkos administratif sebesar Rp 600 ribu.

Leave a Comment