Pengertian Lingkungan Pemasaran

 

Lingkungan bisnis sudah didefinisikan sebagai “totalitas hal fisik dan sosial yang dipertimbangkan secara langsung dalam perilaku pemungutan keputusan pribadi dalam organisasi.
Ada sejumlah definisi dari beberapa berpengalaman mengenai lingkungan pemasaran. Pada intinya, lingkungan ini mengandung pelaku pemasaran serta kesempatan dan ancaman untuk suatu perusahaan yang saling mempengaruhi.
Kombinasi itu mempengaruhi kegiatan pemasaran sampai-sampai perusahaan mesti mempunyai strategi yang efektif dan efisien. Adapun definisi pemasaran ialah kegiatan mempromosikan dan menyalurkan barang atau jasa untuk pihak beda (pembeli).
Ada dua jenis lingkungan pemasaran, yakni lingkungan eksternal dan lingkungan internal. Lingkungan eksternal dengan kata lain segala urusan yang berasal dari luar perusahaan dan tidak bisa dikendalikan secara langsung.
Itulah sebabnya perusahaan mesti mempunyai strategi guna tetap survive di tengah kompetisi bisnis. Di sisi lain, lingkungan internal adalahfaktor-faktor dari dalam perusahaan dan bisa dikontrol langsung oleh manajemen.
Baik lingkungan eksternal maupun internal, keduanya dapat dilihat secara makro dan mikro. Manfaat perspektif makro dan mikro ini guna mengidentifikasi penyesuaian apa yang mesti dilaksanakan oleh perusahaan sebagai format adaptasi.
Pendekatan makro menyaksikan sesuatu secara luas atau dikenal pun dengan helicopter view, sementara mikro menganalisis situasi melalui lingkup yang lebih kecil (sempit).
Sebelum beranjak ke ulasan selanjutnya, perlu dicerna bahwa antara lingkungan dan kegiatan pemasaran tersebut sendiri tidak dapat dipisahkan. Keduanya bersangkutan erat dan terintegrasi melewati tujuan yang sudah ditetapkan.
Apabila kegiatan pemasaran tidak dicocokkan dengan situasi lingkungan, maka rencana perusahaan dapat berantakan. Di sinilah tugas seorang pemasar guna terus mengawasi dan mengidentifikasi apa yang terjadi di dekat perusahaan, baik secara makro maupun mikro.

Lingkungan Pemasaran Eksternal dan Cakupannya

Lingkungan pemasaran eksternal yang berasal dari luar dan tidak bisa dikendalikan secara langsung oleh perusahaan inginkan tidak inginkan memaksa perusahaan guna bersikap adaptif.
Artinya, perusahaan mesti dapat menyesuaikan diri bila hendak tetap eksis di pasar. Sebenarnya evolusi yang terjadi di luar bisa menjadi kesempatan baik, namun andai tidak disikapi dengan tepat akan dominan sebaliknya. Berikut ialah penjelasannya secara makro dan mikro:

1. Lingkungan Eksternal Makro
Lingkungan makro memiliki jangkauan yang luas di masyarakat. Meski pengaruhnya tidak secara langsung dan tidak cepat, seorang pemasar tetap mesti memantau dinamikanya. Ada lima aspek yang memprovokasi perusahaan dari segi eksternal makro, inilah lingkungan yang meliputinya:

• Aspek Demografi. Aspek ini bersangkutan dengan situasi penduduk disaksikan dari usia, jenis kelamin, lokasi, pekerjaan, persebaran kepadatan, dan indikator-indikator lainnya. Kondisi demografi paling mempengaruhi kegiatan pemasaran karena penduduk ialah pihak langsung yang dilibatkan dalam pekerjaan tersebut. Selera dan keperluan pasar akan paling variatif bila disaksikan dari aspek demografi, maka seorang pemasar mesti mengawasi terus perkembangannya. Perencanaan yang baik bakal menghasilkan strategi yang bertolak belakang untuk masing-masing target pasar.

• Aspek Ekonomi. Faktor daya beli masyarakat serta tren melakukan pembelian barang mempengaruhi lingkungan pemasaran. Adanya inflasi, ketidaktetapan nilai tukar mata uang, naik-turun perkembangan ekonomi, pembangunan daerah, dan sebagainya menjadi faktor-faktor pendorong evolusi aspek ini.

• Aspek Sosial Budaya. Value, persepsi, serta gaya hidup masyarakat adalahaspek sosial kebiasaan yang memprovokasi keputusan konsumsi. Perlu dikenang bahwa aspek ini lumayan sulit diolah dalam masa-masa singkat sebab sudah tertanam sekian lama, bahkan secara turun temurun. Oleh karena itu, seorang pemasar butuh mengikuti situasi yang terjadi. Jika terdapat perubahan, maka mesti cepat merespon supaya dapat membuat sesuatu yang dapat dikonsumsi.

• Aspek Teknologi. Perubahan teknologi mesti disikapi dengan open-minded supaya perusahaan bisa beradaptasi dengan cepat dan tepat. Penyesuaian tidak melulu dari teknik pemasarannya saja, tetapi pun dari proses bisnisnya, material yang digunakan, media komunikasi, dan sebagainya

• Aspek Hukum dan Politik. Aspek ini sehubungan dengan kepandaian pemerintah yang dapat membatasi pekerjaan pemasaran, namun dapat juga dijadikan peluang. Walaupun begitu, seringkali pihak manajemen paling berhati-hati dalam urusan ini. Jangan sampai kegiatan perusahaan melanggar aturan pemerintah dan kesudahannya merugikan perusahaan. Hal-hal yang butuh diperhatikan ialah undang-undang, evolusi peraturan, serta kelompok-kelompok yang berkepentingan.

2. Lingkungan Eksternal Mikro
Lingkungan pemasaran ini bersangkutan dengan pelaku-pelaku yang aktif berperan dari luar perusahaan. Meski eksistensi mereka di luar perusahaan, eksistensinya menyerahkan pengaruh yang lumayan signifikan.
Walaupun begitu, perusahaan tetap dapat mengendalikan pihak-pihak ini meski memerlukan usaha yang lumayan besar. Berikut ialah pihak-pihak yang dimaksud:

• Aspek Penyedia/Pemasok. Pihak ini adalahlembaga-lembaga atau pribadi yang menyediakan keperluan perusahaan, terutama yang bersangkutan dengan pekerjaan operasional. Seorang pemasaran mesti mengamati situasi penyedia/pemasok, laksana harga yang ditawarkan, persaingan antar pemasok, sampai prediksi potensi pemasok di masa depan.

• Aspek Pesaing. Seorang pemasar mesti dapat melihat pesaing secara produk yang didapatkan serta sifatnya. Ada empat jenis kelompok pesaing yang mesti diperhatikan, yaitu:

• Produk barang/jasa dan harga yang sama atau relatif sama.

• Bergerak di industri yang sama dan menyasar target pasar yang beririsan.

• Perusahaan yang memproduksi barang/jasa guna memenuhi keperluan serta kemauan konsumen yang sama.

• Perusahaan yang berlomba untuk saling memperebutkan duit konsumen.

• Aspek Pelanggan. Pelanggan di sini ialah konsumen tersebut sendiri, baik secara pribadi atau kelompok. Mereka adalahpihak-pihak yang memakai barang/jasa dan membuat permintaan (demand) di pasar. Hukum ekonomi berlaku di sini, di mana dinamikanya dapat memprovokasi harga yang ditawarkan. Adapun perlu dikenang bahwa pelanggan tidak selamanya “tangan terakhir” dari suatu produk. Beberapa dari mereka berperan sebagai reseller guna mendapatkan deviden sendiri.

• Aspek Perantara. Pihak ini sedang di tengah, yakni salah satu perusahaan dan konsumennya. Mereka dapat berupa pribadi atau lembaga, seperti saudagar besar (wholesaler) atau saudagar pengecer (retailer). Apabila perusahaan menjalin hubungan baik dengan semua perantaranya, maka akan paling menguntungkan sebab mereka dapat dikendalikan, seperti dari segi harga, aktivitas, dan sebagainya. Mereka ialah kepanjangan tangan dari perusahaan untuk menjangkau tujuan.

Lingkungan Pemasaran Internal Beserta Fungsinya

Lingkungan ini adalahkebalikan dari lingkungan eksternal. Cakupannya dipecah dua, yakni pemasaran dan non-pemasaran. Sebelum membicarakan keduanya, terdapat tiga aspek yang ditekankan pada lingkungan pemasaran internal, yaitu sumber daya organisasi (kemampuan, kekayaan, dan posisi pasar), insan (kekuatan tenaga kerja), serta alat-alat manajemen dan teknologi (sistem informasi, kiat operasional, dan organisasi).

1. Lingkungan Internal (Pemasaran)

Lingkungan ini dikenal pun dengan bauran pemasaran atau 4P. Ada empat pekerjaan yang mesti diacuhkan oleh seorang pemasar, yaitu:
• Product (produk). Setiap perusahaan mesti mempunyai perencanaan yang baik dalam memproduksi barang/jasa. Apa juga yang ditawarkan mesti bisa memenuhi keperluan dan kemauan pasar. Maka urusan ini bersangkutan dengan perencanaan buatan yang dilakukan.

• Price (harga). Harga mesti ditentukan menurut analisa mendalam. Tidak melulu menurut harga pesaing, tetapi pun disesuaikan dengan daya beli target, ongkos produksi, dan sebagainya. Strategi ini mesti dilaksanakan dengan baik supaya perusahaan tidak rugi dan produk bisa dibeli oleh masyarakat.

• Place (tempat). Maksud dari lokasi di sini ialah di mana suatu produk dipasarkan. Semakin strategis atau gampang diakses oleh pasar, maka bakal semakin bertambah penjualannya. Di era digital ketika ini lokasi tidak lagi di anggap sebagai bangunan, tetapi pemasaran secara online di marketplace atau software mobile juga menjadi pertimbangan.

• Promotion (promosi). Ini ialah strategi yang dipakai untuk memperkenalkan produk ke pasar. Ada tidak sedikit aspek yang dapat dimanfaatkan, seperti keunggulan produk, keunikan dikomparasikan produk pesaing, ragam/jenis-jenis produk, dan sebagainya. Jika seorang pemasar dapat mengemas pesan dengan baik, maka dapat menarik perhatian pasar.

2. Lingkungan Internal (Non-Pemasaran)
Sama halnya laksana lingkungan internal yang merangkum pemasaran, unsur ini juga mempunyai sejumlah aspek yang mesti diperhatikan, yaitu:
• Produksi/Operasional. Aspek ini merangkum teknologi yang dipakai untuk produksi, kapasitas perusahaan dalam menghasilkan produknya, efisiensi internal, sampai kemampuan mengendalikan pemasok atau bahan baku.
• Keuangan. Aspek finansial tidak melulu berupa situasi aset yang dimiliki, namun juga disaksikan dari bagaimana perusahaan mengendalikan arus kas, akses mendapat kredit, sokongan sumber daya untuk mengisi kebutuhan, dan sebagainya.
• Sumber Daya Manusia (SDM). Bagian ini pasti saja sehubungan dengan tenaga kerja, kualitas pegawai, sistem pengembangan kemampuan, serta mekanisme kompensasi yang diberikan. Seorang pemasar juga harus mempunyai pengetahuan mengenai manajemen SDM karena mereka tergolong aset perusahaan yang mesti dipertahankan dengan baik.
• Pemasaran. Citra perusahaan ialah hal vital yang menyokong keberhasilan masing-masing aktivitasnya. Oleh karena itu, urusan ini perlu dipertahankan sambil tetap memantau penyaluran barang, strategi penetapan harga, hubungan dengan konsumen dan pihak perantara, dan pengembangan produk.
• Riset dan Pengembangan. Saat ini sebanyak perusahaan gencar mengerjakan pengembangan dan penelitian terhadap sumber daya serta pertumbuhan pasar. Ini adalahkomitmen mereka untuk dapat bertahan di tengah evolusi yang semakin dinamis dan tidak terprediksi. Maka dari itu, tidak sedikit perusahaan yang menjalin kerjasama dengan pihak lain supaya hasil risetnya lebih maksimal.

Memahami lingkungan pemasaran sejatinya mesti dilaksanakan oleh masing-masing pihak dalam perusahaan. Memang ini ialah tugas utama dari divisi pemasaran (marketing) dan level manajemen.
Namun bilamana semua lini tercebur dan memahami konsepnya, maka bakal lebih gampang untuk merancang strategi yang dapat menghadapi kendala apa juga di depan mata.

Leave a Comment